“BIDAN SRIKANDI” TERIMA ANUGERAH KARTINI AWARD 2010

Sabtu, 19 Juni 2010


Semua orang bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat melalui potensi yang dimilikinya. Baik melalui kemampuan spiritual, rasa atau seni, intelektual maupun yang bersifat sosial. Kalau kemampuan itu dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan kekuatan berupa karya yang bermanfaat, intinya berlomba melahirkan karya yang bermanfaat menjadi kekuatan yang inspiratif bagi orang lain demikian pendapat para Panelis Perempuan Terinspiratif 2010 yang terdiri dari Dr Dewi Motik Pramono, Dr Imam B Prasodjo, Prof Arif Rahman dan DR Ir Aswati dari majalah Kartini.
Dari 4 nominasi katagori kesehatan yaitu Dr Alvita Dewi S (Bandung) Bidan Siti Aminah (Jakarta) Bidan Eros Rosita (Banten) dan Bidan Siti Aminah (Kukar, Kaltim), dewan juri memutuskan bahwa anugerah Kartini Award 2010 Katagori Kesehatan dan Perempuan diberikan kepada Bidan Siti Aminah dari Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, yang menurut Dr Imam B Prasodjo untuk melihat seseorang inspiratif atau tidak kita harus mengukur pencapaiannya. Pertama, ada social service provider, orang baik yang melayani dan mengabdikan diri untuk masyarakat. Kedua, social activism, para aktivis yang secara tidak langsung membantu masyarakat. Ketiga, social entrepreneur yang langsung membantu dan inovatif.
Penghargaan Kartini Award 2010 dilaksanakan pada tanggal 30 April 2010 di Gedung Kartini Jakarta dihadiri oleh ibu negara Ny Ani Yudhoyono dan beberapa Menteri pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Bidan Siti Aminah ini adalah yang bertugas di Puskesmas Loa Janan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebelumnya oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan Sari Husada di anugerahi Srikandi Award 2009 untuk katagori tujuan pembangunan millennium development goals (MDGs) 4 dengan program Pos Bhakti Bidan. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Kegiatan sederhana yang dilakukan oleh ibu yang sudah memiliki dua orang anak ini yaitu Hilma Rosyida (10) dan Hafid Aqil (8), adalah dengan melakukan kunjungan rumah ke rumah, ngobrol-ngobrol dengan masyarakat, membuka akses 24 jam online, bisa sambil memantau kesehatan masyarakat, dimana melalui obrolan ringan ini bidan Aminah bisa tahu permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakatnya. Dengan mengetahui persoalan kesehatan mereka sehari-hari, Bidan Siti Aminah bisa memberikan bantuan dengan tepat dan cepat. Seperti bantuan gizi tambahan, pendidikan langsung fokus pada keluarga rawan gizi dan lain-lain. Inilah inti kegiatan Pos Bhakti Bidan yang dilakukannya. Tidak muluk-muluk tetapi efektif dan efisien dalam memperbaiki kesehatan ibu hamil serta menurunkan AKI dan AKB.
Bidan Siti Aminah ini dilahirkan di Kecamatan Muara Muntai 30 September 1978 adalah putri pertama pasangan H.Ali dan Hj.Mariam dimana sejak kecil memang sudah bercita-cita ingin menjadi Bidan yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, karena belajar dari kondisi daerahnya di Hulu Mahakam yang masih terbatas petugas dan sarana kesehatan. Dia paham bahwa bidan didaerah harus bisa menjadi motivator dan dapat memberdayakan masyarakat, bidan mestinya menjadi teman perempuan dan mampu menjangkau perempuan di manapun berada. Oleh karena itu, pendampingan masyarakat yang dilakukan tidak pernah diukur dengan materi, ia yakin jika upayanya diterima masyarakat dan membuahkan perubahan, namanya bisa dikenang banyak orang. “Mudah-mudahan apa yang saya lakukan bermanfaat bagi masyarakat”.
Keberhasilan bidan Aminah menurutnya tak lepas dari dukungan suami M Hayun Hasyim, bimbingan Kepala Puskesmas Loa Janan Dr Bambang Triono, yang selalu berinovasi dengan Program Desa Siaga Geo Medic Mapping dan dukungan lintas program seluruh staf Puskesmas Loa Janan, juga peran lintas sektor yang solid, dukungan penuh Bapak Camat Dafip Haryanto dan jajarannya serta Kepala Desa Loa Janan Ulu Supariyo, Kepala Desa Purwajaya Kurniawan, Kepala Desa Tani Bakti M Amin, juga tak kalah pentingnya adalah peran aktif seluruh Kader Desa Siaga dan Kader Posyandu di Kecamatan Loa Janan. ”Tanpa dukungan dan peran aktif mereka, kegiatan saya tidak berarti apa-apa”.
Diaharapkan dengan keberhasilan bidan Siti Aminah ini, memicu dan memacu semangat srikandi-srikandi lainnya untuk selalu melakukan yang terbaik bagi masyarakat khususnya di jajaran kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.(min)

0 komentar:

 
 
 


Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

DINKES KUKAR