Laporan Cholinesterase PT Rea Kaltim th 2008

Senin, 09 Maret 2009

I. PELAKSANAAN
a). Latar Belakang Kegiatan
Pestisida merupakan salah satu teknologi modern yang telah terbukti mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penggunaannya dibidang kesehatan masyarakat, pertanian maupun bidang lainya selalu meningkat. Penggunaan yang tidak tepat atau tidak sesuai persyaratan yang telah ditentukan akan merugikan derajat kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya yang pada akhirnya dapat mengancam jiwa dan menimbulkan penyakit atau kecacatan. Salah satu pestisida yang digunakan khususnya oleh para petani adalah dari golongan organik. Pestisida dari golongan ini dapat menghambat aktifitas Cholinesterase (Cholinesterase inhibitor) pada darah manusia yang terpapar.
Agar pengelolaan pestisida tidak merugikan pengguna dan masyarakat sekitarnya langsung maupun tidak langsung karena tidak ditangani dengan baik, perlu kiranya dilakukan Penyuluhan dan Pemeriksaan Cholinesterase Darah. Tingkat Cholenesterase Darah diasumsikan paralel dengan acetyl cholinesterase syaraf. Aktivitas cholinesterase dalam darah yang diuji dinyatakan sebagai prosentase dari aktivitas cholinesterase dalam darah normal.
Dari hasil pembacaan dapat ditentukan tingkat keracunan /paparan pestisida adalah sebagai berikut :
1) 75 % - 100 % dari normal
Tidak ada tindakan, tapi perlu diuji ulang dalam waktu dekat.
Kelompok ini masuk kategori “normal”
2) > 50 % - <> 25 % - 50 % dari normal
Over exposure yang serius, ulangi pengujian. Jika benar istirahatkan dari
Semua pekerjaan yang berkenan dengan pestisida Jika yang bersangkutan sakit supaya dirujuk ke pemeriksaan medis.
Kelompok ini masuk dalam kategori “keracunan sedang”.
4) 0 % - 25 % dari normal
“Over exposure” yang serius dan berbahaya. Perlu uji ulang dan yang
bersangkutan harus diistirahatkan dari semua pekerjaan dan perlu
segera dirujuk kepada pemeriksaan medis. Kelompok ini termasuk dalam Kategori “keracunan berat”.
Dengan kegiatan ini diharapkan responden menjadi lebih tahu dan lebih mengerti akan pentingnya menjaga diri dari pemaparan pestisida yang digunakannya.

b) Tujuan Kegiatan
a. Responden menjadi tahu dan mengerti tentang pestisida dan pengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas/derajat kesehatan diri dan masyarakat sekitarnya.
b. Responden dapat menangani pestisida dengan benar agar dapat mengurangi dan tidak terpapar pestisida.
c. Diketahuinya tingkat pemaparan pestisida yang diderita oleh responden.
d. Salah satu upaya dalam mengurangi pengaruh buruk akibat pengelolaan pestisida yang salah.

c) Sasaran Kegiatan
Seluruh karyawan penjamah pestisida antara lain karyawan penyemprot, pengelola gudang pestisida dan karyawan lain yang berhubungan dengan pestisida secara langsung yang ada bekerja pada PT. Rea Kaltim Palntations Kec. Kembang Janggut.

d) Langkah kegiatan
Kegiatan Pemeriksaan Cholinesterase Darah dan penyuluhan face to face ( individu )dilaksanakan seperti dibawah ini :
1. Persiapan Pertama
1) Menghubungi PT Rea Kaltim Plantations akan kepastian dan
Kesiapan Pelaksanaan kegiatan, termasuk jumlah anggaran kegiatan dan transportasi jemputan
2) Membuat kelengkapan admistrasi
3) Menyiapkan formulir / Blanko / Format dan bahan untuk
Pemeriksaan cholinesterase yang diperlukan untuk pelaksanaan
kegiatan dilapangan.
2. Pelaksanaan Dilapangan
1) Menemui Pimpinan PT Rea kaltim Plantations yang diwakili oleh CMO PT Rea Kaltim Yaitu dr. Naldy Yanwar bersama-sama petugas Sanitasi Puskesmas untuk menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan.
2) Ke Lokasi sasaran kegiatan menemui petugas klinik PT Rea Kaltim untuk memastikan dan kesiapan pelaksanaan kegiatan
3) Melaksanakan kegiatan dengan susunan acara
a). Wawancara dan penyuluhan individu dengan Responden
untuk pengisian Study KAP
b). Pengambilan darah responden untuk pemeriksaan
Cholinesterase darah guna mengetahui keadaan
penderita/tingkat pemaparan pestisida.
c). Setelah ada hasil pemeriksaan diperoleh, data yang didapat
diinformasikan kepada responden yang masih hadir berikut
saran tindak lanjut yang dapat dilakukan.


II. HASIL PELAKSANAAN
a) Hasil Pemeriksaan

1. Berkat Estate
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 31 orang diketahui :
1) Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif dan 100 % nya adalah laki-laki. Sebagian besar tamatan SD (22,58 %), SLTP ( 51,61 % ),SLTA (25,81 % ), 35,50 % belum menikah., 64,50 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).
2) Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Responden yang memperhatikan peringatan bahaya dan pengamanan sebelum melakukan penyemprotan denagn menggunakan pestisida sebesar 6,45 %. Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 93,55 %,
Pada dasarnya semua responden mengetahui jenis APD yang dipergunakan pada saat penyemprotan tetapi tidak memahami penting pemakaian APD sebagai pencegahan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pestisida apabila tidak memakai APD . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 35,48 % , melalui pernafasan 64,51 %, melalui mulut 65,38 % .
3) Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan
4) Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (57,69 %) , mata berair ( 53,84 % ) , Mual / muntah ( 50 % ) , pingsan ( 3,84 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.

2. Damai Estate
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 31 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif dan 74,20 % nya adalah laki-laki dan 24,80 % adalah perempuan. Responden tamatan SD (45,16 %), SLTP ( 22,58 % ),SLTA (22,58 % ), tidak sekolah (9,6 %), 61,29 % belum menikah., 38,71 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).
2. Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (22,58%). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 74,19 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 74,19 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 87,09 % tahu jenis APD topi / helm , 93,54 % tahu jenis APD Masker, 42,29 % tahu jenis APD sarung tangan, 71,42 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 33,33 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 61,90 % , melalui pernafasan 76,19%, melalui mulut 47,61 % , tidak tahu 9,52 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan

4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing- pusing (57,14 %) , mata berair ( 23,80 % ) , Mual / muntah ( 14,5 % ) , pingsan ( 9,52 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.

3. Cakra Estate
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 22 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 66,66 % nya adalah laki-laki dan 33,33 % adalah perempuan. Sebagian besar tamatan SD (80 %), SLTP ( 10 % ),SLTA (3,33 % ), tidak sekolah (6.66 %), 56,66 % belum menikah., 43,33 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).
2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (23,33 %). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 73,33 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan
4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.


4. Lestari Estate
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 9 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 100 % responden adalah laki-laki. Pendidikan SD (22,22 %), SMP ( 11,11% ), SLTA (44,44 % ), tidak sekolah (0%), 100 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).
2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. . Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida dan peringatan bahaya serta pengamanannya sebesar 100 %, Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalkan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 22,56 % tahu jenis APD topi / helm , 60,56 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %

3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan
4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.

5. Perdana Sub
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 20 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 85 % responden adalah laki-lakidan 15 % Perempuan. Pendidikan SD (45 %), SLTP ( 30 %),SLTA (40 % ), tidak sekolah (10 %), 20 % belum menikah., 80 % sudah menikah, 100% dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).


2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Responden yang memperhatikan peringatan bahaya dan cara pengamanan pestisida yang digunakan sebesar (65 % ). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang tidak memperhatikan / tidak tahu peringatan bahaya pestisida maupun dosis serta takaran pestida yang digunakan sebesar 10 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan


4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing - pusing (52,23 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 0 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.
6. SYB Estate ( Desa Bukit Layang )
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 15 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 73.33 % responden adalah laki-lakidan 26,66 % adalah perempuan. Pendidikan SD (33,33 %), SLTP ( 22,72 % ),SLTA (37,29 % ), tidak sekolah (6,66%), 56,66 % belum menikah., 43,33 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).

2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (23,33 %). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 73,33 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan
4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.


7. Perdana Main
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 11 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 100 % responden adalah laki-laki. Pendidikan SD (54,45 %), SLTP ( 22,72 % ),SLTA (22,27 % ), tidak sekolah (0%), 56,66 % belum menikah., 43,33 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).
2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (23,33 %). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 73,33 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan
4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair pada saat kegiatan penyemprotan.

8. Sentekan
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 25 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 100 % responden adalah laki-laki. Pendidikan SD (54,45 %), SLTP ( 22,72 % ),SLTA (22,27 % ), tidak sekolah (0%), 56,66 % belum menikah., 43,33 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).

2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (23,33 %). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 73,33 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan

4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.
13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.

9. BPMD PT. Rea Kaltim Plantation
Dari Jumlah yang Responden diwawancarai sebanyak 20 orang diketahui :
1 Identitas
Dari sejumlah responden tersebut, 100 % berusia produktif , 100 % responden adalah laki-laki. Pendidikan SD (54,45 %), SLTP ( 22,72 % ),SLTA (22,27 % ), tidak sekolah (0%), 56,66 % belum menikah., 43,33 % sudah menikah,100 % dari responden tidak mempunyai pekerjaan sampingan ( hanya bekerja sebagai penyemprot ).

2 Pengetahuan
Semua responden mengetahui jenis Pestisida terutama yang sering digunakan. Ada yang tidak tahu/tidak memperhatikan keterangan yang ada pada label/wadah pestisida (23,33 %). Responden yang memperhatikan dosis/takaran pemakaian pestisida sebesar 66,66 %, responden yang memperhatikan peringatan bahaya pestisida sebesar 73,33 %. Responden tahu tentang jenis APD yang seharusnya digunakan tetapi sebagian besar tidak memahami perlunya APD untuk mencegah / meminimalikan dampak negative pestisida terhadap kesehatan .Pengetahuan responden mengenai jenis APD adalah 56,66 % tahu jenis APD topi / helm , 83,33 % tahu jenis APD Masker, 83,33 % tahu jenis APD sarung tangan, 50,00 % tahu jenis APD baju / celana panjang, 40 % tahu jenis APD sepatu boot . Pengetahuan responden mengenai jalan masuk pestisida ke tubuh melalui kontak kulit adalah 51,36 % , melalui pernafasan 63,33%, melalui mulut 63,33 % , tidak tahu 13,33 %
3. Sikap
Semua responden mengunakan pestisida sudah dalam bentuk formulasi yang siap digunakan untuk peyemprotan

4. Perilaku
Semua responden (100 %) melakukan penyemprotan setiap hari ( 6 hari dalam 1 minggu ) pada jam kerja yaitu dari jam 07.00 Wita s/d 14.00 Wita . Sebagian besar responden pernah merasakan gejala pusing-pusing (76,66 %) , mata berair ( 13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.
13,33 % ) , Mual / muntah ( 10,00 % ) , pingsan ( 3,33 % ) saat melakukan kegiatan penyemprotan.
Dari hasil pemerisaan cholinesterase darah / tingkat pemaparan (terlampir) diketahui 31% (10 orang) terpapar rendah dan 3 % terpapar sedang (1 Orang).

b) Masalah yang ditemui
Dari hasil rekapitulasi Studi KAP dan hasil pemeriksaan darah responden dapat diketahui :
1. Masih rendahnya kesadaran responden dalam penanganan
Pestisida yang benar terutama pada saat melakukan kegiatan
penyemprotan
2. Kurangnya kepedulian / dukungan perusahaan kepada tenaga
Kerja dalam hal pencapaian tingkat kesehatan kerja ( peningktan
Kesehatan dan pencegahan penyakit akibat kerja ). Antara lain,
tidak diberikannya APD kepada karyawan yang bersentuhan
dengan pestisida.
3. Belum adanya rolling pekerjan antara karawan

c) Kendala
a. Kebanyakan dari karyawan penyemprot tingkat pendidikannya
adalah rendah yaitu hanya sekolah dasar
b. Tingkat kesejahteraan karyawan terutama bagian penyemprotan
masih sangat rendah, bisa dilihat dari penggunaan APD yang
seadanya (tidak memenuhi standar ) dan berat badan yang tidak
seimbang/ kurus / kurang gizi.
c. Kurang memadainya dukungan dari pihak perusahan dalam
mempersiapkan alat pelindung diri bagi karyawan yang bersentuhan dengan pestisida secara langsung, baik tenaga penyemprot maupun petugas pergudangan.

d) Pemecahan masalah
1. Pemeriksaan rutin berkala Cholinesterase darah terhadap
Karyawan penyemprot dan penjamah pestisida lainnya selama 6
( enam ) bulan sekali
2. Perlunya dilakukan kegiatan pengawasan dan pembinaan yang
terpadu dalam upaya mengurangi pengaruh buruk penanganan
pestisida yang tidak tepat secara rutin.
3. Adanya kepadulian pihak perusahaan terhadap kesehatan para
karyawan dengan upaya antara lain :
- Memberikan APD kepada karyawan yang bersentuhan dengan
pestisida dan menggantinya apabila APD tersebut telah rusak/aus
atau sudah tidak layak pakai
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
- Memberikan susu sebagai upaya menetralisir pestisida yang telah
masuk kedlam darah
- Memberikan multivitamin untuk meningkatkan stamina
karyawan sebagai upaya mengurangi pengaruh buruk pestisida
- Peningkatan peningkatan pengetahuan karyawan terhadap
penanganan pestisida yang baik yang benar.

III. KESIMPULAN DAN SARAN

a) Kesimpulan
Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Sebagian besar pengetahuan responden baik terhadap jenis pestisida
Yang digunakan, namun banyak yang tidak tahu pengaruh buruk
yang diakibatkan bila pengelolaanya tidak tepat.
2. Perlu adanya dukungan dan kepedulian sepenuhnya dari pihak
perusahan terhadap kesehatan para karyawannya terutama karyawan
yang bersentuhan dengan pestisida secara langsung serta adanya sikap
pro aktif dari para mandor dalam pengawan karyawan semprotnya.
3. Masih ada reponden terpapar pestisida

b) Saran
Dari kesimpulan diatas yang bisa disarankan adalah :
1. Selalu diupayakan untuk mengadakan penyuluhan terpadu dan
berkesinambungan berkaitan dengan kesehatan lingkungan antara lain
pengaruh buruk dari pengelolaan pestisida yang tidak tepat

2. Perlunya pihak kecamatan bersama pihak puskesmas terus melakukan
pemantauan terhadap kondisi kesehatan lingkungan secara berkelanjutan
3. Untuk kegiatan cholinesterase diharapkan bisa berjalan tepat waktu atau
secara kontinue yaitu setiap 6 (enam) bulan sekali sehingga data yang
didapatkan akan lebih valid sekaligus lebih mudah dalam mengontrol
tingkat paparan pestisida.
4. Diharapkan bagi perusahaan tidak membedakan status karyawan antara
BHL ( Buruh Harian Lepas ) dengan karyawan tetap yg juga sama – sama
pekerjaannya menangani pestisida dalam hal ;
- Pemberian APD
- Susu dan vitamin
- Pelayanan kesehatan ditempat kerja untuk peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit akibat kerja
5. Diharapkan kerjasama antara pihak perusahaan PT Rea Kaltim
Plantations dan Dinas Kesehatan Kukar dalam hal ini Puskesmas
Kembang Janggut agar selalu dibina dan berkelanjutan
untuk sama-sama menanggulangai masalah kesehatan upaya
peningkatan kesehatan lingkungan seperti kegiatan dalam upaya
mengurangi pengaruh buruk penanganan pestisida.
IV. PENUTUP
Keberhasilan Pemerintah Daerah khususnya dalam mewujudkan kondisi kesehatan lingkungan yang memenuhi syarat dan meningkatkan upaya kesehatan masyarakat, serta pencapian Indonesia Sehat 2010 memerlukan kerjasama dan peran serta seluruh lapisan masyarakat yang baik,antara satu dengan lainnya sesuai perananya masing-masing. Penanganan pestisida yang ditangani secara baik oleh penjamah pestisida khususnya petani penyemprot ditunjang dengan dengan pengawasan dan pembinaan secara rutin oleh petugas kesehatan ( terutama tenaga kesling puskesmas ) diharapkan bisa menjaga dan meningkatkan mutu kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Demikian laporan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Tenggarong, 19 Januari 2009
Pembuat laporan,

Hidayatullah,ST
NIP. 140 325 937


Mengetahui,
PLh. Kasi Penyehatan Lingkungan Pemukiman,



Muspiwin,S.Sos
NIP. 140 205 501

0 komentar:

 
 
 


Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

DINKES KUKAR